Pages

Senin, 09 Mei 2011

Good picture

Doo-scooby doo..... :D



Kamis, 21 April 2011

RELASI PARA SEMINARIS DENGAN MURID GONZAGA


Bila kita mendengar Seminari Wacana Bhakti, tentu kita juga langsung berfikir tentang Kolese Gonzaga. Seminari Wacana Bhakti dan Kolese Gonzaga memang merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Seminari dan Kolese Gonzaga selalu saling melengkapi satu sama lain. Para seminaris bersekolah di Kolese Gonzaga pada tahun kedua. Ini memperlihatkan bahwa seminari membutuhkan Gonzaga dan Gonzaga membutuhkan seminari. Jadi menjadi seminaris Wacana Bhakti secara tidak langsung juga menjadi seorang siswa Gonzaga. Namun menjadi siswa Gonzaga belum tentu menjadi seminaris Wacana Bhakti.
Wacana Bhakti mengajarkan para seminarisnya untuk mau bergaul dengan siapa saja dan menjadi seorang calon pastur yang intelek. Secara tak langsung para seminaris dihadapkan pada kehidupan yang sesungguhnya saat mereka bersekolah di Kolese Gonzaga. Para seminaris harus bisa beradaptasi dengan keadaan Kolese Gonzaga dan dengan cara hidup murid Gonzaga. Hal tersebut bukanlah perkara yang mudah, karena para seminaris harus benar-benar bisa beradaptasi tanpa menghilangkan satu norma pun yang menjadi pedoman seorang seminaris. Bahkan seminaris tidak boleh terpengaruh oleh gaya hidup murid Gonzaga. Para seminaris diharapkan dapat menjadi seseorang yang dapat memimpin dan mengubah hal yang tidak baik menjadi baik.
Pada saat KPP seminaris lebih diarahkan untuk mengenal lingkup seminari. Relasi antara seminaris KPP dan murid Gonzaga saat itu belum begitu sering terjadi. Hal itu karena seminaris KPP belum bersekolah di Gonzagadan juga para seminaris menjalani masa karantina selama tiga bulan dimana para seminaris KPP tidak boleh berkomunikasi dengan orang lain kecuali orang-orang dalam lingkup seminari. Namun setelah tiga bulan para seminaris KPP boleh berkomunikasi dengan orang lain di luar lingkup seminari. Setelah masa tiga bulan lewat, seminaris KPP sesudah bisa mulai menjalin relasi dengan murid Gonzaga, namun kebanyakan seminaris KPP hanya menjalin sutu komunikasi pada saat-saat tertentu atau jika diperlukan saja.
Kelas satu merupakan saat para seminaris mulai banyak menjalin komunikasi dengan murid Gonzaga. Saat seminaris menginjak kelas satu mereka bersekolah di Gonzaga. Selain itu para seminaris juga menjalaini MOS di Gonzaga, sehingga relasi sering kali terjadi. Pada saat kelas satu para seminaris belum digabung dengan siswi perempuan. Jadi satu kelas hanya berisi siswa-siswa Gonzaga, yang kebanyakan adalah seminaris. Selain itu karena para seminaris sudah mengenal lingkungan Gonzaga lebih dari setahun, maka para seminaris lebih cepat menjalin relasi dengan murid Gonzaga dari kelas yang berbeda.
Seminaris kelas dua mulai menjalin secara dekat relasi dengan murid Gonzaga. Karena saat kelas dua para seminaris mulai memilih jurusan, maka seminaris pun bisa berbeda kelas. Kelas dua para seminaris mulai bergabung dengan siswi Gonzaga. Namun para seminaris tetap diharapkan menjaga norma sebagai seorang seminaris. Di sini para seminaris sangat sering berkomunikasi dengan murid Gonzaga, baik untuk saling membantu, maupun hal-hal lain.
Kelas tiga, relasi para seminaris semakin kuat. Di kelas tiga para seminaris harus bisa mulai mengambil keputusan dan menjalin kerjasama yang baik. Selain itu di kelas tiga ini para seminaris dan murid Gonzaga akan menghadapi ujian nasional, sehingga mereka lebih sering berdiskusi dalam belajar. Kelas tiga juga merupakan saat-saat emas dalam pergaulan dengan sesama teman.
Banyak kegiatan yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara seminaris dan murid Gonzaga. Antara lain adalah Gonzaga festifal, misa bersama, kerja kelompok, dan masih banyak lagi. Dari kegiatan ini para seminaris dan murid Gonzaga diharapkan dapat saling mengenal satu dengan yang lain. Sekaligus merupakan latihan bagi seminaris yang akan memiliki banyak tantangan dalam jalan panggilan. Selain itu para seminaris dapat berlatih bersosialisasi dengan orang lain.
Ada dampak positif dan negatif dari relasi yang terjalin. Dampak positifnya adalah para seminaris dapat lebih siap dalam menghadapi segala bentuk kegiatan dalam hidup panggilannya. Selain itu para seminaris menjadi mampu untuk dengan cepat mengenal suatu lingkungan baru dan beradaptasi dengan baik. Seminaris juga dapat mencontoh berbagai hal positif murid-murid Gonzaga bagi jalan panggilannya. Seminaris juga dapat mengendalikan suatu tatanan sosial dan mengetahui berbagai hal yang bersifat universal.
Selain itu ada juga dampak negatif dari hal di atas. Antara lain para seminaris dapat terpengaruh hidup serba kecukupan para murid Gonzaga. Selain itu para seminaris juga dapat menjalin relasi yang di luar batas dan melenceng dari norma sebagai seorang seminaris (seperti pacaran dll). Namun jika para seminaris dapat memilah-milah dan teguh dalam pendiriannya tentu hal di atas tidak akan terjadi dan seminaris pun semakin berkembang.
Dari semua hal di atas saya dapat menyimpulkan bahwa sebuah relasi sangat penting. Suatu relasi dapat mengembangkan pemahaman seorang seminaris dan dapat menambah pengalaman seminaris itu sendiri. Namun para seminaris harus benar-benar memilih dan memilah agar tidak terseok di jalan panggilannya.

Minggu, 17 April 2011

Siapakah Aku ?


Ketika Aku baru keluar ,

Banyak orang menginginkanku ,

Aku diperebutkan ,
Sampai akhirnya aku didapatkan .

Siapakah Aku ?
Seseorang yang memilikiku ,
Memolesku dengan perlahan ,
Mengistimewakanku dari yang lain ,
Membuat diriku bagaikan Raja .

Siapakah Aku ?
Sampai akhirnya aku digunakan ,
Noda di tubuhku di hapuskan ,
Diriku dibanggakan ,
Aku merasa dielukan .

Siapakah Aku ?
Waktu mulai berjalan ,
Detik mulai terkikis ,
Jarum jam maju perlahan ,
Diriku seakan ingin bertahan .

Siapakah Aku ?
Tanpa kusadari diriku semakin dilupakan ,
Tubuhku mulai kotor ,
Tali pengikatku tidak dipedulikan ,
Diriku semakin di sia-siakan .

Siapakah Aku ?
Perlahan tapakku mulai tergerus ,
Terkoyak oleh kotornya lantai ,
Terpecah oleh panasnya matahari ,
Dan tertindih oleh beratnya dirimu .

Siapakah aku ?
Kulitku mulai robek ,
Pasangan hidupku entah dimana ,
Aku dibuang ,
Diriku tak digunakan .

Apa salahku ?
Dosaku ?
Khilafku ?

Aku ada untukmu ,
Tak pernah kata keluh terucap dari mulutku ,
Diriku hanya membisu ,
Tersipu pilu .

Siapakah aku ?
Tahukah dirimu , siapakah Aku ?







Terinspirasi dari sepasang sepatu
Karya: Aditya Brilian Kristanto

Selasa, 15 Maret 2011

MISTERI KARTU REMI

Playing Card atau di Indonesia sering disebut kartu Remi ( padahal nama salah satu permainan ) mungkin datang dari Timur, Mesir atau Arab – muncul di Italia (dalam bentuk Tarot/Taroochi ) kira-kira akhir tahun 1200-an. Setelah itu menyebar ke Jerman, Prancis, dan Spanyol.


Mungkin selama ini kita enggak pernah peduli, tapi Kartu yang kita kenal adalah jenis kartu dari Inggris. misalnya seperti JACK (J) QUEEN (Q) KING (K) dan ACE (A). Jenis kartu dari Inggris ini dalam satu setnya berjumlah 52 lembar, ditambah dengan JOKER. Oke, to the point aja..


ada beberapa fenomena tentang Kartu yang sering kita maenin :

- Jumlahnya 52, kenapa 52 ? Jumlah seminggu dalam setahun adalah 52 dan setiap kartu mewakili satu minggu

- 52..5+2= 7 = 7 hari dalam seminggu

- Karena dari Inggris yang notabene 4 musim jadi kartu tuh punya 4 jenis
Spade (♠) mewakili musim dingin
Heart (♥) mewakili musim gugur
Diamond (♦) mewakili musim semi
Club (♣) mewakili musim panas


- Dalam satu jenis terdapat 13 kartu (dari As s/d King) 13 adalah jumlah minggu dalam satu musim

- 13 ..1+3= 4 = jumlah musim dalam satu tahun = 4 penjuru mata angin

- Warna merah sama Item, melambangkan Siang dan Malam

- Kalau angka kartu dalam satu jenis kalian jumlahin semua (As = 1, Jack=11, Queen=12 dan King=13),maka jumlah totalnya adalah 364! Sama dengan jumlah hari dalam satu tahun, ditambah 1 Joker, menjadi 365 hari.

- Kalau jumlah huruf dari nama-nama kartu yang ada satu deck kamu itung, baik dalam bahasa Inggris, Belanda,Jerman ataupun Perancis, maka jumlahnya adalah 52! Sama kaya jumlah minggu dalam 1 tahun !!

- Bahasa Inggris: Ace,two,three,four,five,six,seven,eight,nine,ten,J ack,Queen,King

- Bahasa Belanda: Aas,twee,drie,vier,vijf,zes,seven,acht,negen,tien, Boer,Vrouw,Heer

- Bahasa Jerman: As,zwei,drei,fünf,sechs,sieben,acht,neun,zehn,Bube ,Dame,König

- Bahasa Perancis: As,deux,trois,quatre,cing, six,sept, huit, neuf, dix Valet,Reine,Roi

(semua jumlah hurufnya sama 52!!)


ada lagi nih, mau dipercaya boleh, ngga juga gapapa..

Dari setiap jenis juga melambangkan 4 pilar yang utama di jaman Middle Ages
Heart - Gereja
Spade - Militer
Club - Aglikultur
Diamond - Kelas Pedagang

terus....
Setiap kartu Raja (KING) dari setiap jenis, represent to some of Great King from history, nih :

Spade - King David adalah Raja Israel
Heart - Charlemagne adalah pendiri The Holy Roman Empire
Club - Alexander The Great, Jenderal Macedonia yang berhasil menaklukan Mesir sampe ke India
Diamond - Julius Caesar, The Great Dictator of Rome


Hearts- Spades- Diamonds - Clubs
(King) Charlemagne - David - Caesar - Alexander
(Queen) Ragnel - Judith - Pallas - Argeia
(Jack) Ogier - Judah Maccabee - Aulus Hiritus- Hector

Siapa sih mereka? Mereka itu para Hero pada jaman Middle Age dulu, kalo mau lebih jelasnya buka Wikipedia aja...gw cape euy kalo harus ceritain satu-satu

selain itu adalagi misteri-misteri tentang kartu yang belum bisa dijawab sampe sekarang,misalnya..

- King Hati satu-satunya King yang ngga punya kumis

- King Hati juga mengarahkan pedangnya ke arah kepalanya sendiri, oleh karena itu King Hati selalu disebut "The Suicide King"

- King Diamond cuman keliatan satu sisi muka, dimana king-king lain nya engga

- Queen Spade melihat ke arah kanan, dimana Queen-Queen lainnya melihat ke arah kiri

- Queen Spade satu-satunya Queen yang megang tongkat dan bunga, dimana Queen-Queen lainnya cuman megang bunga doang,dll

- mungkin masih banyak hal-hal lainnya,kalo kita lebih teliti..

Jumat, 11 Maret 2011

Kayu bakar

Telepon berdering di kantor pusat FBI.

"Halo?"

"Halo, apakah ini FBI?"

"Ya. Apa yang Anda inginkan?"

"Saya menelepon untuk melaporkan tetangga saya Adrian Thibodeaux. Dia memiliki narkoba yang disembunyikan di dalam kayu bakarnya!"

"Terima kasih banyak untuk informasinya, Pak."

Hari berikutnya, para agen FBI turun di rumah Thibodeaux. Mereka mencari kayu bakar di gudang. Menggunakan kapak, mereka membelah setiap potong kayu, tetapi tidak menemukan narkoba. Mereka meminta maaf kepada Thibodeaux dan pergi.

Telepon berdering di rumah Thibodeaux.

"Hei, Adrian! Apakah FBI datang?"

"Yeah!"

"Apakah mereka memotong kayu bakar Anda?"

"Yap"

"Bagus, sekarang giliran Anda untuk menelepon, saya perlu taman saya untuk dicangkuli."

Kamis, 17 Februari 2011

If Tomorrow Never Die

Sometimes late at night
I lie awake and watch her sleeping
She's lost in peaceful dreams
So I turn out the lights and lay there in the dark
And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would she ever doubt the way I feel
About her in my heart

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way
To show her every day
That she's my only one
If my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes.

'Cause I've lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved them
Now I live with the regret
That my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself
To say each day how much she means to me
And avoid that circumstance
Where there's no second chance
To tell her how I feel

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way
To show her every day
That she's my only one
If my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

So tell that someone that you love
Just what you're thinking of
If tomorrow never comes

Senin, 07 Februari 2011

MENITI SEBUAH PANGGILAN


Apa itu panggilan ? kebanyakan orang mengganggap bahwa panggilan merupakan sebuah ajakan Tuhan untuk menjadi seorang Imam, biarawan, maupun Biarawati. Hal tersebut tidaklah salah. Namun jika kita melihat dari sisi lain, panggilan tidak hanya sebatas agar kita dipanggil untuk menjadi seorang Imam, Biarawan, maupun Biarawati.
Tanpa kita sadari Tuhan memanggil kita dalam banyak hal. Entah itu panggilan sebagai orang tua, wirausaha, karyawan, guru, dam yang lainnya. Toh, semua panggilan itu dimaksudkan agar diri kita semakin mengenal Tuhan dan untuk memuliakan namanya.
Namun seberapakah kita sadari bahwa diri kita sering menyianyiakan Panggilan Tuhan dalam diri kita ? Apakah kita sadar bahwa diri kita sering menyalahkan Tuhan dan mengangap Tuhan tidak adil ? apakah kita sadar bahwa dewasa ini kita lebih sering mengeluh disbanding bersyukur dan berterimakasih ? Paulus pernah mengatakan kepada jemaat di Korintus “ Dalam kelemahanlah kuasa Tuhan menjadi lebih sempurna”. Kata-kata Paulus tersebut menjadi bukti bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan selalu memberikan kuasanya pada diri kita, terlebih disaat kita merasa lemah dan dirundung masalah.
Oleh sebab itu sudah sepatutnya kita menyambut jalan panggilan kita dengan hati yang terbuka. Apapun jalan panggilan kita nantinya, kita patut mensyukuri semua hal tersebut. Kita harus yakin dan percaya bahwa jalan panggilan yang diberikan Tuhan untuk kita merupakan jalan panggilan yang terbaik.